Struktur sepeda dan komponen

Image

Struktur sepeda dan komponen

Jangan bingung nama komponen sepeda, hanya beda bahasa antara Inggris dan Indonesia

Banyak penguna sepeda MTB bingung atas nama komponen sepeda. Walaupun sudah mengenal komponen dalam istilah Indonesia, tetapi banyak komponen sepeda disebut dalam bahasa Inggris.
Gambar dibawah ini nama nama dari komponen sepeda dalam bahasa Inggris. Biar tidak membingungkan istilah spoke yang artinya jari jari sepeda, atau handlebar yang diartikan stang sepeda.
nformasi diatas memang tidak lengkap dan ada beberapa nama lain yang tidak disebutkan.
Beberapa komponen sepeda MTB belum disebutkan. Seperti komponen rem Disc Break, Cassette sama artinya seperti Sproket.

Nama asing Persamaan
Handlebar Stang sepeda
Grip Pegangan pada stang sepeda
Headset dan Stem
Headset :Tiang penahan bagian stang sepeda dari garpu sampai ke frame dan kemudi sepeda. Dibuat dalam 1 set. Stem : penghubung tiang garpu depan ke stang sepeda, dijepit dengan headset
V-brake Rem konvensional dengan karet, menjepit bagian velg untuk pengereman.
Disk Brake Mechanic Rem dengan rotor, mengunakan sistem kabel
Disk Brake Hydrolic Rem dengan tekanan oli, lebih nyaman dibandingkan rem Mekanik. Masuk kategori rem sepeda premium. Memiliki kelebihan lebih ringan ketika melakukan pengereman pada jari tangan. Butuh perawatan, kebutuhan minyak rem yang berbeda antara mineral oil dan DOT.
Rim Velg roda, dibagi antara velg biasa dan tubeless.
Hub Hub, gear, bagian tengah roda yang menyambung ke badan sepeda dan garpu depan. Dibagi QR dan TA, QR atau Quick Release sebagai standar lama. TA atau ThruAxle adalah hub model baru yang lebih kuat dan aman.
Spoke Jari jari sepeda
Rigid Fork Garpu depan tanpa pegas
Suspension Fork Garpu depan dengan pegas, memiliki sistem dari kombinasi Angin, Oli dan Per. Dibagi dengan Front suspension (garpu depan pegas) dan Rear Suspension Shock (pegas suspensi bagian belakang)
Ukuran panjang Fork atau garpu sepeda dibagi dalam beberapa kategori dan panjang. Dari 100mm, 120mm, 140mm, 160mm. Diatas 160mm mengunakan Double Crown untuk sepeda Downhill.
Crank Gigi depan terhubung ke pedal sepeda. Dibagi antara single ring, double ring dan triple ring.
Bottom Bracket Silinder untuk penahan gigi depan. Jenis bearing pada sepeda baru. Sepeda lama hanya mengunakan ball bearing yang menyatu dengan crank.
Chain Rantai sepeda
Tergantung ukuran dari 7 speed, 8, speed, dan 9 speed.
Terakhir dikembangkan 10 speed seperti shimano Dynasis.
Antara 9 speed dan 10 speed tidak kompatibel. Rantai dan komponen sudah berbeda.
Satu lagi terbaru dari SRAM dengan 11 speed, mengunakan 1 crank gigi depan dan 1 cassette gear dibelakang saja. Groupset 11 speed SRAM juga berbeda dengan 10 speed. Khususnya bagian HUB harus khusus dirancang 11 speed.
Seat post Batang atau tiang penahan sadel / tempat duduk sepeda. Seatpost biasa hanya diturun naiknya manual.
Adjustable
Seatpost mengunakan pegas, bisa diturun naikan dengan sebuah tuas atau di remote ke stang. Tujuannya untuk memudahkan penguna untuk menurun naikan seatpost lebih cepat. Tetapi relatif lebih berat dibanding seatpost statik
Saddle Sadel atau tempat duduk sepeda
Cassette / sprocket Gigi belakang sepeda, Dibuat berbeda beda antara 7-8 speed. 9 speed, 10 speed dan terakhir 11 speed. Jumlah speed adalah jumlah ring gigi yang ada.
FD / RD / Rear Mechanic
Alat pemindah gigi bagian belakang atau depan
Hanger Penghubung RD dan bagian frame sepeda. Berguna untuk mengantung RD dibagian gigi belakang. Hanger umumnya mudah patah, karena di disain untuk rusak bila terkena benda keras seperti batu. Beberapa disain sepeda tidak mengunakan pengaman Hanger.
Clampset Penahan seatpost, penjepit tiang bangku sepeda untuk menurun dan menaikan bangku.
Wheelset Roda sepeda termasuk bagian hub, velg dan jari jari. Biasanya dirancang menjadi satu unit dan dibuat oleh pabrikan. Wheelset memiliki keuntungan dengan disain lebih ringan, kelemahan bila rusak di hub atau penyok akan sulit diperbaiki. Karena harus menganti semua roda dalam satu unit.
Tube / Tire Ban luar
Inner Tube Ban dalam
Tubeless Ban sepeda tanpa ban dalam, hanya ban luar saja. Memerlukan Velg khusus untuk ban Tubeless. Velg atau RIM ban tubeless, tidak memiliki lubang jari jari, umumnya dibuat dari pabrikan langsung secara lengkap dalam bentuk roda.
Quick Release Kunci bagian roda, agar mudah di lepas pasang. Biasanya di singkat QR
Rotor Besi cakram sepeda jenis disc brake. Dibagi dari ukuran 6, 7 dan 8 inch. Semakin besar ukuran Rotor akan semakin kuat rem mencengkram. Tetapi rotor besar umumnya berdampak panas berlebihan bila melakukan pengereman terlalu lama.
Presta atau Schrader
Jenis pentil ban sepeda, Presta ukuran kecil dan Schrader untuk ukuran besar seperti pentil motor
Brake Pad
Kanvas Rem untuk rem jenis Disc Brake penjepit cakram
Thru-axle Seperti Quick Release, tetapi berbentuk slot yang dimasukan di bagian garpu depan sepeda tipe True-Axle. Biasanya lebih handal dan lebih menjamin agar roda depan tidak mudah lepas.
Rim tape Pelindung ban dalam. Seperti pita yang dililitkan pada velg/rim sepeda. Melindungi bagian ban dalam agar tidak tersobek oleh lubang jari jari.
Rim Tape tidak dibutuhkan bila mengunakan velg atau RIM tipe tubeless.

sumber : http://www.goesbike.com/articles/273/1/Struktur-sepeda-dan-komponen/Page1.html#.UVAfuzcXefB

Istilah-istilah dalam Gowes

IMG_0414

  • Uphill: alias gowes nanjak
  • Downhill: alias gowes turun
  • Offroad: jalur gowes yang bukan jalan aspal
  • Onroad: jalur gowes di aspal 
  • Mcadam: Sebenarnya nama Mc Adam penemu struktur jalan berbatu2 jaman dulu, terkenal sampai sekarang seringkali disebut makadam
  • Hammer: bukan merek baju melainkan gowes sambil berdiri pada saat nanjak atau menambah kecepatan, tenaga lebih besar tapi lebih cape lah.
  • AM: Alias All Mountain jenis sepeda MTB, track atau gowesan yang melibatkan naik turun gunung dan cukup ekstreem
  • XC: Cross Country jenis sepeda MTB, track atau gowesan yang lebih ringan dibandingan all mountain misalnya masuk keluar kampung jalan off road, tanjakan turunan tapi tidak ada drop off alias turunan terjal sehingga melompat)
  • DH: nama lain Downhill, merupakan jenis sepeda MTB, track atau gowesan yang melibatkan gowesan turun cukup ekstrem dengan kecepatan tinggi bisa lebih dari 50km/jam melalui jalur off road, drop off ekstrem maupun ringan dsb.
  • Technical: seringkali digunakan untuk menunjukkan jalur gowes, track yang sifatnya cukup sulit, seperti memiliki tanjakan cukup ekstrem, rute huruf S dengan belokan tajam, biasanya digunakan pada jalur-jalur kompetisi atau pertandingan sepeda MTB XC, AM, DH dsb.
  • Roller Coaster: Rute yang berbentuk turunan cepat diikuti dengan tanjakan yang lumayan tergantung bentuknya namun, umumnya turunan-tanjakan seperti ini cukup membantu saat menanjak asal pada saat turun kecepatan cukup dan posisi gear pada posisi yang sudah di set tepat. Umumnya kalau turunannya panjang bisa pakai gigi rendah agar bisa ngebut pas dibawah atau naik tidak perlu gowes, sambil pindah gigi ke mid-mendekati top tergantung kemiringan tanjakan lalu lanjut gowes (sekitar pertengahan ke atas, lumayan simpan tenaga dan menambah kecepatan)
  • Slope: kemiringan tanjakan/turunan, tanjakan ekstrem sudah diatas 30 derajat, ada yang mendekati 60 biasanya udah TTB kalau ngak kuat Hammer nya
  • Drop Off: Turunan terjal dimana Sepeda harus melompat turun bukan hanya meluncur turun. Drop off ringan tentunya dibawah 0.5 meter, diatas itu kalau sepeda XC dipaksa drop off dengan cara yang salah frame bisa patah.
  • TTB: TunTun Bike alias tidak kuat nanjak atau gowes lalu di tuntun lah si sepeda, jangan malu daripada celaka, atau tepar.
  • Singletrack: Jalur tunggal di offroad biasanya buat jalan orang (trecking) atau jalan-jalan di kampung yang cuman bisa lewat motor.
  • Doubletrack: alias jalur offroad yang biasa dilewati mobil offroad lah, tapi masih kategori offroad
  • GPS: alias global positioning system alat pemandu bantuuan satelit untuk menghitung titik lokasi, menunjukkan arah, rute, dan lainnya, sehingga tidak mudah tersasar.
  • Cyclo Comp: alat kecil dipasang disepeda bisa mencatat kecepatan maksimum, rata-rata, jarak tempuh, odometer, timer dsb. Merek terkenal Velo, Sigma dsb.
  • MTB: mountain bike alias sepeda gunung umum dipakai offroad meski disini kebanyakan di pake onroad lagian jalan di kota aja masih seperti offroad alias rusak. Salah satu ciri khas, ban ukuran 26 inch (di luar sih ada 27.5 s/d 29 inch), stang lurus maupun agak keatas.
  • Roadbike: sepeda jalan raya umumnya sepeda balap, ciri khas ukuran ban 700mm /70cm dan tipis, stang sepeda menekuk kebawah, sepedahan sudah merunduk, berat di otot punggung untuk orang berumur
  • Cross training: sepeda MTB dengan ban roadbike buat latihan di jalan raya
  • Seli: Sepeda lipet, umumnya dengan ukuran roda 16 inch dan 20 inch, ada juga seli full mtb ukuran 26 inch dari Dahon, atau Mountain Swiss Bike dsb.
  • Carboloading: alias meningkatkan kandungan karbohidrat sebelum perjalanan cukup berat agar tenaga mencukupi biasanya dengan makan lebih banyak karbohidrat minimal sehari sebelumnya. Tubuh hanya bisa menyimpan karbohidrat untuk sekitar 90mnt, lebih dari itu perlu asupan tambahan baik selama perjalanan maupun istirahat dulu, efek kehabisan bahan bakar ya terasa cape selain haus.
  • Dehidrasi: kekurangan cairan tubuh akibat keringat keluar berlebihan tapi tidak tergantikan, memang lebih baik menggunakan cairan isotonik apabila keringatan nya banyak karena lebih cepat menggantikan cairan tubuh. Umumnya sekitar 15-20 menit sekali dibiasakan minum karena bisa saja lupa atau karena terkena udara dingin, angin dsb tidak terasa haus padahal keringat langsung menguap meski keringatnya banyak. Efeknya lemas, melayang, smp dengan pingsan.
  • Cardio exercise: alias latihan otot2 jantung, sepedahan adalah salah satunya yang cukup ringan dibandingkan lari, kalau jalan santai memang lebih mudah. Namun demikian hati2 jangan dipaksa terutama waktu nanjak apalagi nanjak di offroad relatif lebih berat dan memaksa jantung bekerja ekstra. Jika tidak tahu diri bisa fatal.
  • CFD: alias car free day, yang sekarang lagi ngetrend di beberapa kota besar biasanya hari Minggu, di Jakarta hanya setiap minggu terakhir setiap bulan, di Bogor setiap hari Minggu, di Bandung baru mulai. dsb.
  • RD: Rear Derailleur alias piranti pemindah gear belakang 
  • FD: Front Derailleur alias piranti pemindah gear depan
  • Crank set: Ini nama keren nya gowes-an alias alat untuk
  • menggowes sepeda (biasa terdiri dari gigi depan, dan tuas nya (diluar pedal tempat injakkan gowes)
  • Chainwheel: Ini set gigi depan yang ukurannya besar biasanya terdiri dari 3 set untuk MTB XC dan 2 set untuk MTB downhill/AM

http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/istilah_istilah_gaul_sepeda

Mengenal Groupset Shimano

Mana yang cocok untuk anda? sekedar buat pertimbangan memilih groupset shimano.

TOURNEY
Tourney

Groupset termurah dari shimano, cocok untuk sepeda santai, multipurpose bike dan sepeda anak-anak. Shifter mempunyai tiga pilihan sistem : revoshift, EZ-fire dan thumb shifter model, dengan 5,6 dan 7 speed drive trains.

ALTUS
altus1

Cocok untuk MTB-style fun bikers dan pemula yang gemar berekreasi dengan bersepeda. Shifter menggunakan sistem index 7-speed dengan visual gear display. Altus berfungsi dengan baik dalam pengoperasian tetapi tidak cukup kuat
untuk penggunaan di medan offroad.

ACERA
acera1

Hampir berada satu level dengan Altus,Lebih ringan dari Altus dengan 8-speed drive trains. Para fun bikers dapat merasakan performance mountain bike yang sebenarnya dengan groupset ini.

ALIVIO
alivio1

Kita memasuki area yang lebih serius sekarang, Alivio dapat di gunakan untuk medan off-road ringan sampai pada medan offroad yang agak berat. Shifter dengan sistem rapidfire 8-speed drive trains, dengan kecanggihan teknologi shimano yang menjadikan groupset ini trend-setting group untuk recreational mountain bike.

DEORE
deore-ns2

Mid level mountain bikes groupset untuk sport-performance rider. Cocok untuk para pemula (beginner racer) yang ingin mencoba kemampuannya di arena XC racing. Shifter menggunakan sistem rapidfire shifting mega 9-drivetrain, 4-arm hollowtech crankset, V-brakes dan hydraulic atau mechanical disc brakes.

LX
lx1

High performance groupsets, dengan sentuhan teknologi paling muktahir shimano, mega 9-drivetrain, pararel push v-brakes, hollowtech cranckset danoversize splined axle bottom bracket.Groupsets ini cocok untuk free riding bahkan untuk bertarung di cross country racing.

SLX
slx1

High performance groupsets, dengan sentuhan teknologi paling muktahir shimano, mega 9-drivetrain, pararel push v-brakes, hollowtech cranckset dan oversize splined axle bottom bracket. Groupsets ini cocok untuk free riding bahkan untuk bertarung di cross country racing, diatas satu tingkat dari LX

XT
xt1

XT melambangkan kekuatan dari groupset offroad, sekeras apapun medan offroad yang anda hadapi komponen ini dapat di andalkan kemampuannya. Mega 9-drivetrain, hollowtech crank dan hydraulic disc brake adalah sebagian dari teknologi muktahir XT. Groupset ini cocok untuk XC racing dan bagi para hardcore rider yang gemar bersepeda di medan-medan offroad yang menantang.

XTR
xtr1

Dibuat dari steels, alloys bahkan titanium yang berkualitas tinggi, menjadikan groupset ini sangat ringan,kuat dan sangat presisi dalam pengoperasiannya. Dirancang untuk offroad racing bagi para profesional racers dan penggemar
MTB yang menginginkan kemampuan terbaik dari sebuah komponen offroad. Bila anda menginginkan groupsets yang handal dan mahal XTR salah satu pilihannya.

Sumber
http://syndromexc.wordpress.com/2011/04/19/mengenal-groupset-shimano/

Biografi Baron Karl Von Drais – Penemu Sepeda

Baron Karls Drais von Sauerbronn atau Karl Drais lahir pada tanggal 29 April 1785 di Karlsruhe, Jerman, dia adalah seorang penemu Jerman dan menemukan Laufmaschine juga kemudian disebut sepeda beroda tiga, atau draisienne. Ini kemudian dimasukkan sebagai prinsip roda dua yang kemudian menjadi dasar untuk sepeda dan sepeda motor dan merupakan awal dari transportasi pribadi mekanik. Drais juga menemukan mesin ketik awal dengan keyboard pada tahun 1821. Dari 1803-1805, Drais belajar arsitektur, pertanian dan fisika di University of Heidelberg.

Ia bergabung sebagai pejabat kehutanan, bekerja sebagai guru di lembaga kehutanan pribadi milik pamannya, dan pada tahun 1810 menerima gelar kepala rimbawan, tetapi posisinya belum ditentukan. Satu tahun kemudian ia diskors dari dinasnya, tapi terus menerima gaji sehingga dia bisa mencurahkan lebih banyak waktu untuk penemuannya.

Drais berhasil melakukan terobosan penting,yang ternyata merupakan peletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya. Oleh Von Drais, Hobby Horse dimodifikasi hingga akhirnya mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan. bentuknya sepeda beroda tiga, bentuk awal dari sepeda, namun tanpa pedal. Perjalanannya yang pertama dilaporkan, dari Mannheim ke Schwetzinger Relaishaus berlangsung pada tanggal 12 Juni 1817. Pada tahun yang sama, dia melakukan perjalanan kedua, dari Gernsbach ke Baden, dan lain-lain. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling. Dia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama Draisienne. Beritanya sendiri dimuat di koran lokal Jerman pada 1817. Pada 1839, Kirkpatrick Macmillan menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dan ban depan Draisienne.

Sepeda Draisienne ini tak bertahan lama, karena setelah itu, mulai muncul jenis-jenis sepeda baru yang lebih effisien bahkan beberapa di antaranya ada yang sudah menggunakan pedal, walaupun pedal tersebut masih belum sempurna seperti sepeda jaman sekarang). Walau begitu, sepeda buatan Baron von Drais ini tetap harus diacungi jempol, karena sudah mampu menjadi tonggak munculnya sepeda-sepeda modern di dunia.

Pada tanggal 12 Januari 1818, Drais dianugerahi sebuah penghormatan dengan gelar duke sebagai imbalan atas penemuannya. Baden tidak memiliki hak paten atas penemuannya pada waktu itu. Grand Duke Karl Drais kemudian juga ditunjuk sebagai Profesor Mekanika. Ini hanyalah sebuah gelar kehormatan, tidak berhubungan dengan universitas atau lembaga lain. Drais pensiun dari layanan sipil dan terus menerima gaji sebagai atas penemuannya.

Bencana mendekati Drais ketika sebuah pembunuhan dan pemenggalan terjadi atas Ludwig Sand, pada tahun 1820. Ayah Drais sebagai hakim tertinggi Baden, menolak meminta maaf, dan anaknya kemudian di kepung oleh mahasiswa mahasiswa di jerman. Oleh karena itu, 1822-1827, Drais kemudian pindah ke Brasil sebagai pengawas tanah di Fazenda milik Georg Heinrich von Langsdorff, namun kembali ke Mannheim.

sebab dari penemuannya adalah adanya anomali iklim 1816, Tahun tanpa musim panas di sebabkan karena letusan maha dahsyat Gunung Tambora di Indonesia menyebabkan transportasi di Eropa terganggu akibat kegagalan panen dan kelaparan kuda, dan inilah penyebab dari penemuan Drais ‘dari sepeda beroda tiga tersebut.

Drais kemudian meninggal di kota kelahirannya, Karlsruhe pada tanggal 10 Desember 1851, tanpa uang sepeser pun setelah Prusia melakukan revolusi di Baden dan menyita uang pensiun drais sepenuhnya untuk membayar biaya revolusi.

Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Karl_Drais (Di terjemahkan oleh Nurdyansa)
http://kosti.or.id/viewpage.php?page_id=6
http://pandri-16.blogspot.com/2011/03/sejarah-penemuan-sepeda-dan-penemu.html
http://kolom-biografi.blogspot.com/2011/09/biografi-baron-karl-von-drais-penemu.htmlImageImage